Dan sejak hari itu, pelan-pelan aku mulai belajar hidup tanpa terus menunggu seseorang datang untuk menyelamatkanku dari rasa sepi.
Awalnya aneh.
Karena selama ini aku terbiasa menganggap kebahagiaan itu akan lengkap kalau ada seseorang di sampingku. Aku pikir semua rasa kosong ini akan hilang kalau suatu hari ada yang bilang, “aku memilih kamu.”
Tapi ternyata hidup tidak sesederhana itu.
Aku pernah berada di fase di mana aku mencoba membuka hati hanya karena takut sendirian. Aku menerima perhatian kecil seolah itu cinta besar. Aku bertahan di percakapan-percakapan yang sebenarnya membuatku lelah hanya karena aku takut kehilangan kesempatan untuk akhirnya “punya seseorang.”
Dan lucunya, semakin aku memaksa mencari cinta, semakin aku kehilangan diriku sendiri.
Aku jadi orang yang terlalu banyak mengerti, terlalu banyak memaafkan, terlalu banyak menyesuaikan diri. Sampai suatu titik aku sadar… kenapa aku terus berusaha menjadi cukup untuk orang lain, tapi tidak pernah merasa cukup untuk diriku sendiri?
Sejak itu, aku mulai pelan-pelan kembali mengenal siapa aku sebenarnya.
Aku mulai menikmati pulang tanpa harus menunggu chat dari siapa pun.
Mulai terbiasa menghabiskan waktu sendirian tanpa merasa hidupku menyedihkan.
Mulai membeli hal-hal kecil untuk diriku sendiri tanpa menunggu ada yang memberikan.
Dan ternyata, ada ketenangan yang selama ini tidak pernah aku sadari.
Aku mulai paham kalau kesepian dan sendirian adalah dua hal yang berbeda.
Karena dulu, bahkan di tengah banyak orang pun aku tetap merasa kosong. Tapi sekarang, saat aku benar-benar sendiri, aku justru merasa lebih utuh.
Bukan berarti aku sudah tidak ingin dicintai.
Aku masih ingin suatu hari nanti punya seseorang untuk diajak pulang setelah hari yang melelahkan. Aku masih ingin merasakan dipilih tanpa perlu meminta. Aku masih ingin hubungan yang hangat dan tenang, bukan yang membuatku terus mempertanyakan nilai diriku.
Aku tetap percaya cinta itu ada.
Hanya saja sekarang aku tidak lagi terburu-buru.
Aku tidak ingin lagi memaksa seseorang tinggal hanya karena takut ditinggalkan.
Tidak ingin lagi mengorbankan diriku demi hubungan yang bahkan tidak membuatku merasa aman.
Kalau suatu hari nanti cinta itu datang, aku ingin menerimanya sebagai seseorang yang utuh, bukan seseorang yang sedang kosong lalu berharap diselamatkan.
Dan kalau memang hidupku harus berjalan lebih lama sendirian, mungkin itu bukan hukuman.
Mungkin semesta cuma sedang memberiku waktu untuk benar-benar mengenal diriku sendiri sebelum akhirnya mengenal orang lain.
Karena pada akhirnya, aku sadar…
dicintai orang lain memang indah.
Tapi bisa hidup damai dengan diri sendiri juga sebuah kebahagiaan yang tidak kalah besar.
Komentar
Posting Komentar